Kota Bandung,TarungNews.com – Susahnya mencari informasi terkait realisasi anggaran berbagai proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) sudah menjadi rahasiah umum. ketertutupan para oknum pengelola anggaran kegiatan proyek di disdik jabar baik itu PPK maupun PPTK sudah menjadi hal yang biasa. Seakan mereka merasa aman dan nyaman dengan tidak adanya orang yang mengetahui keberadaan proyek yang mereka kelola.
Sejumlah organisasi massa yang tergabung dalam Aliansi Jabar Maju (AJM) diantaranya LSM Trinusa, LSM Korek, Garda DPP Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, dan Ksatria Heulang Wirabuana 86 (KHW 86), melakukan aksi Demo di Dinas Pendidikan Jabar, pada (3/02/2026). Dalam aksi tersebut AJM mempertanyakan terkait transparansi penggunaan anggaran proyek, yang dinilai sangat tertutup informasnya untuk publik.
Lembaga yang tergabung dalam AJM ini merupakan aliansi masyarakat sipil yang peduli terhadap terwujudnya Provinsi Jawa Barat yang bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Adapun beberapa proyek yang informasinya sangat tertutup untuk publik menurut AJM di antaranya:
- Pembangunan USB SMKN 1 Tambaksari Kab Ciamis tahun 2023
- Pembangunan 4 ruang kelas baru (RKB) SMA Negeri 1 Tomo kab.Sumedang
- kegiatan pelatihan/kursus singkat Test of English for International Communication (TOEIC) pada Bidang PSMK tahun anggaran 2022 sebesar Rp 11,8 miliar.
- Belanja Kursus Singkat/Pelatihan pada Dinas Pendidikan dengan realisasi sebesar Rp6.994.763.000 atau 99,93% dari nilai anggaran sebesar Rp7.000.000.000. Dinas Pendidikan merealisasikan belanja tersebut melalui Pengadaan Belanja Kursus Singkat/Pelatihan Test of English For International Communication (TOEIC) yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Nomor 6235/KU.II.08/PSMK tanggal 12 Desember 2024.
Namun sangat di sayangkan ketidak hadiran para pemangku jabatan di Dinas Pendidikan Jabar seperti Kadisdik Jabar Purwanto, Sekretaris Disdik Jabar Deden Saepul Hidayat serta para Kepala Bidang PSMA dan PSMK, membuat kecewa para pengunjuk rasa, apalagi Disdik Jabar Cuma mewakilkan dua orang stap dari PKPLK dan Humas yang notabenenya tidak kompeten untuk menjab seabrek masalah yang ada di disdik jabar.
Kedua perwakilan Disdik Jabar mengatakan dengan alasan menurut mereka bahwa pejabatnya sedang tidak ada dan sedang dinas luar. Bahkan dengan tegas Ketua LSM Trinusa Jawa Barat, Ait M Sumarna, menolak kehadiran kedua perwakilan Disdik Jabar tersebut.
Ait Sumarna dengan suara tinggi mengatakan, sangat menyayangkan sikap pimpinan Disdik Jabar yang terkesan menyepelekan aspirasi yang di bawa mereka.
“Kami sangat kecewa. Sejumlah surat kami tak satu pun direspons, bahkan dibalas. Kami juga pernah ke sini (kantor Disdik, red) tapi tidak ada pimpinan yang mau menemui kami,” tegas Ait dengan nada sangat kecewa.
RJS,tarungnews.com