Bandung,TarungNews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan sikapnya soal larangan study tour. Menjelang liburan sekolah pada bulan Desember 2025, Dedi menekankan, perjalanan pelajar yang dikemas sebagai study tour itu tidak relevan dan juga tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
"Tetap yang namanya study tour yang memobilisasi siswa yang di dalamnya melakukan wisata, kami tetap akan larang," kata Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/11/2025).
KDM menjelaskan, tentang larangan itu bukan soal membatasi siswa, tetapi menjaga agar orang tua tidak dibebankan biaya sekolah yang tidak penting.
"Karena itu bisa terbukti hari ini biaya kehidupan orang tua mengalami penurunan. Artinya, akhirnya pertumbuhan ekonomi masyarakat juga semakin baik," ujar KDM.
Di sisi lain, KDM pun menepis anggapan bahwa larangan study tour akan berdampak buruk pada sektor wisata Jawa Barat. KDM menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya, menunjukkan kondisi sebaliknya.
"Kemudian yang berikutnya adalah ternyata tingkat kunjungan para wisata di Jawa Barat paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Jadi, enggak ada kaitan dengan bahwa study tour menurunkan kepariwisataan di jabar," terang KDM.
KDM menambahkan, tren kunjungan wisata ke Jawa Barat justru terus meningkat setelah adanya larangan tersebut, termasuk dari wisatawan lintas daerah. "Jadi, bisa dilihatlah, lalu habis dari berbagai daerah masuk ke Jawa Barat paling sangat tinggi," pungkasnya.
Red,tarungnews.com