Bandung,TarungNews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali menunjukkan dominasinya sebagai motor investasi nasional. Momentum West Java Investment Summit (WJIS 2025) yang di gelar pada 14/2025, menjadi penting untuk mempercepat capaian realisasi investasi Jabar menuju target nasional.
WJIS 2025 menawarkan 104 proyek investasi dengan nilai total Rp186,29 triliun, terdiri dari 41 proyek ready to offer dan 63 proyek potensi investasi baru. Penawaran ini diproyeksikan mendorong masuknya realisasi investasi baru di penghujung tahun.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengungkapkan tingginya minat investor, yang salah satunya bahkan memboyong 40 calon investor lain, merupakan cerminan dari kepercayaan yang berhasil dibangun Pemprov Jabar.
"Ya hari ini kan relatif tinggi ya investasi di Jawa Barat. Dan itu juga terjadi karena kemudahan saya berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk tadi kan salah seorang dari Tiongkok, itu pernah ketemu dengan saya," Ujar Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM.
Kepercayaan menjadi faktor utama yang memantik masuknya investasi. Ia menyebut salah satu investor tersebut bahkan memboyong 40 calon investor lain untuk hadir dalam forum WJIS.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menekankan bahwa pemerintah pusat, BI, dan Pemprov Jabar memiliki kesepahaman kuat soal pentingnya stabilitas dan konektivitas untuk mempercepat realisasi investasi.
“Harus ada jaminan yang jelas. Termasuk soal premanisme, pengelolaan limbah, dan hal teknis lainnya. Itu semua akan kami tangani. Karena kalau tidak ada kepastian, realisasi investasi bisa tertunda,” ujarnya.
Ia menambahkan, WJIS 2025 adalah rangkaian dari perjalanan panjang: challenge, roadshow, kurasi proyek dari kabupaten/kota, hingga finalisasi konsep. Semua langkah tersebut bertujuan memastikan proyek yang ditawarkan benar-benar bisa direalisasikan.
Menurutnya, dengan capaian Rp218 triliun, Jawa Barat tetap menjadi provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional.
“Kontribusi ekonomi Jabar sekitar 13% terhadap nasional, dan 23% terhadap provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa,” katanya.
Red,tarungnews.com