• Rabu, 21 Oktober 2026

Menteri LH Akan Panggil 8 Perusahaan yang Diduga ikut Berkontribusi Perparah Bencana Banjir di Sumatera

Menteri LH Akan Panggil 8 Perusahaan yang Diduga ikut Berkontribusi Perparah Bencana Banjir di Sumatera Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (Ist)

Jakarta,TarungNews.com - Kementerian Lingkungan Hidup akan memanggil delapan perusahaan yang diduga turut berkontribusi dan menjadi biang kerok bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemanggilan delapan perusahaan dijadwalkan pekan depan untuk meminta klarifikasi langsung dari perusahaan terkait.

Hanif menyatakan, pihaknya mulai menyelidiki masalah banjir dan longsor tersebut dari aspek perizinan. Menurut dia, izin operasional perusahaan di tiga wilayah itu ditarik dan akan dikaji ulang.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/18865/bareskrim-polri-selidiki-asal-kayu-gelondongan-yang-ikut-terbawa-banjir-di-sumatera.html

"Mulai dari sisi korporasi tentu kami mulai hari ini akan menarik kembali semua persetujuan lingkungan dari dokumen lingkungan yang ada di daerah-daerah bencana. saat ini baru terdata tujuh dari delapan. Delapannya sebenarnya belum aktif, tapi kami akan dalami lagi. Jadi ini yang di Batang Toru ya. Tetapi tentu kita harus adil," kata Hanif saat rapat di Komisi XII DPR, Rabu (3/12).

Hanif mengungkapkan salah satu perusahaan yang dipanggil merupakan perusahaan sawit. Meski beberapa perusahaan memiliki izin resmi, ia menegaskan izin tersebut tidak membebaskan mereka dari kemungkinan penindakan apabila terbukti merusak lingkungan.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/lingkungan/18749/indonesia-luncurkan-traksaksi-karbon-berbasis-teknologi-pertama-di-bawah-paris-agreement.html

“Silakan izinnya ada, tetapi kalau menimbulkan kerusakan lingkungan, itu urusan menteri lingkungan hidup,” tegasnya.

Menurut Hanif, sejumlah perusahaan terbukti mengubah fungsi hutan menjadi lahan pertanian kering. Ia mencatat sekitar 340.000 hektare hutan telah beralih fungsi, termasuk 50.000 hektare di kawasan hulu yang kini gundul tanpa tutupan pohon. Kondisi tersebut membuat daerah sangat rentan banjir meski diguyur hujan dengan intensitas tidak terlalu tinggi.

Red,tarungnews.com
Bagikan melalui:

Komentar