• Rabu, 21 Oktober 2026

Sekolah Swasta Diminta Buka Akses Bagi Siswa Tak Mampu yang Belum Diterima di Sekolah Negeri

Sekolah Swasta Diminta Buka Akses Bagi Siswa Tak Mampu yang Belum Diterima di Sekolah Negeri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Humas Jabar

Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sekolah swasta untuk membuka akses pendidikan bagi murid ekonomi menengah ke bawah yang belum diterima di sekolah negeri pada tahun ajaran 2026/2027. Terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sekolah swasta menjadi hal penting untuk menjamin murid melanjutkan sekolah ke SMA dan SMK.

Dedi Mulyadi Gubernur yang akrab di sapa KDM,  berharap, anggaran yang akan disediakan Pemprov Jabar untuk membiayai murid bersekolah di sekolah swasta dapat disepakati oleh yayasan sekolah swasta. Pemprov Jabar berencana membantu biaya pendidikan murid di sekolah swasta sebesar Rp2,7 juta pada tahun pertama.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20163/ini-respons-kdm-terkait-penolakan-skema-beasiswa-ssk.html

"Jangan sampai gubernur dibikin dilema. Satu sisi menambah rombel di sekolah negeri tidak boleh, tetapi di sisi lain, sekolah swasta ditawari kerja sama dengan anggaran sekian tidak mau," ujar KDM, dikutip Senin (22/6/2026).

Tanpa peran sekolah swasta, anak-anak dengan latar belakang ekonomi tidak mampu yang tidak diterima di sekolah negeri berpotensi tak melanjutkan sekolah. KDM menegaskan, sebagai gubernur, ia berupaya hal itu tidak terjadi.

KDM juga berharap, murid yang ekonominya tidak mampu dapat memiliki akses pendidikan yang sama seperti murid dengan latar belakang keluarga mampu.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20153/komitmen-dan-arah-kebijakan-kdm-untuk-memperkuat-karakter-pendidikan-di-jabar.html

Beberapa murid dengan latar belakang ekonomi mampu, telah memantapkan langkahnya bersekolah di sekolah swasta pada tahun ajaran 2026/2027. Sementara itu, sejumlah murid lain yang terpetakan dalam SPMB 2026 akan bersekolah di sekolah negeri.

Sebelumnya sempat ramai terkait adanya penolakan skema beasiswa sekolah swasta kerja sama (SSK) untuk calon murid yang tidak diterima di sekolah negeri yang di gulirkan Pemprov Jabar tentang bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1.500.000 untuk uang pangkal dan Rp100.000 per bulan per murid mulai tahun ajaran 2026/2027.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20145/pemprov-jabar-dan-upi-jalin-kerjasama-program-probidik-untuk-atasi-kekurangan-guru.html

KDM, menanggapi terkait adanya penolakan skema beasiswa tersebut menurut KDM, skema tersebut diambil merespons banyaknya calon murid yang tidak akan tertampung di sekolah negeri pada proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) maupun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

"Saya sebagai gubernur, tugasnya adalah menjaga rakyat saya untuk sekolah. Itu dulu prinsipnya," ujar KDM, Jumat (19/6/2026).

025,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar